Entah mengapa tiba-tiba saja aku pengen membaca kembali tulisan-tulisan yang ada dibuku harian ku yang udah aku simpan. halaman demi halaman aku baca lagi, dan aku pun membaca kembali kalimat ini “ANTARA LUKA HATI, DERITA DAN DOSA”…sesaat aku pun tersenyum kecil melihat tulisan itu lagi.
Ini adalah gambaran kehidupan ku dimasa kelam pada ahir tahun 2006 lalu.. Saat itu aku baru saja menyelesaikan perkuliahanku dan profesi pengangguran pun menempel dipundak, sangat berat dan sulit untuk menerimanya. Aku harus meninggalkan tempat yang telah merubah hidupku menjadi lebih baik. hal yang membuat aku semakin terjatuh adalah ketika aku memberikan harapan pada seseorang, ternyata dengan mudah dia mencampakkannya. Untuk pertama kalinya dalam hidup ku, ku merasa membutuhkan seseorang, tapi harus mengalami kegagalan. perasaan ku sangat kacau balau, ga beraturan. Ga pernah lagi kumerasakan yang dinamakan kedamaian…
Semua itu telah merubahku jadi monster yang sangat mnyeramkan, aku telah berubah menjadi manusia yang emosional. Semakin hari hidupku semakin hancur. aku semakin keras kepala, aku merasa semua orang telah menolakku…tak ada lagi yang mengharapkan aku ada didunia ini. dan tak ada lagi kebenaran, tak ada lagi yang benar..satu saat aku harus berurusan dengan polisi karena aku dituduh mengacaukan keluarga mereka, aku dituduh mengancam mereka…mungkin karena aku sudah kelihatan seperti monster saat itu. Aku pun mendekam dalam tahanan polisi selama pemeriksaan..namun Puji Tuhan, saat itu aku hanya dibuat status wajib lapor karena tuduhan itu tidak terbukti.
Setelah masalah itu selesai, aku kembali lagi keduniaku yang kelam itu. Aku pulang dengan sejuta kemarahan dan emosi yang meluap-luap, seakan ingin membunuh mereka sekeluarga. Aku pun tenggelam dengan dunia alkohol, hari-hariku ku lewati dengan alkohol, tiada hari tanpa alkohol, kalo istilah kampungku sana bilang, “bagotan tiap borngin “..hehehehe…. Aku telah berubah menjadi manusia malam, siang aku tertidur dan malam hari keluyuran…mencari tempat untuk menghabisakan malam dengan bagotan…
Suatu pagi, aku pun pulang kerumah dengan kondisi yang setengah sadar(masih bagotan) dan bapak pun memperingati aku, namun aku jawab dengan kalimat bernada tinggi, pertengkaran pun tak terelakkan. untuk pertama kalinya saya melihat bapak dengan muka emosi dan marah kepadaku. Bapak yang pendiam dan sabar, sudah tidak tahan dengan sikapku. Namun aku tak peduli. Aku pun memilih untuk kabur dari rumah, aku pun pergi kemedan dan tinggal disana dengan status yang tidak jelas…
Tanggal 24 desembaer aku pulang kampung namun tak pernah menginjak rumahku. Tanggal 29 desember 2006 pagi mama mengingatkan aku untuk tidak pergi, karena ada acara keluarga. tapi aku tidak menghiraukannya. aku pergi keharanggaol. Disana aku pun kembali berpesta dengan alkohol. aku pun menghabiskan hari itu dengan minum sepuasnya. sore itu akupun pulang, Aku tarik tali Gas motor ku dengan kencang hingga tak bersisa. aku merasa terbang diawang-awang. tak lama kemudian aku pun melihat sepintas cahaya dari depan, ternyata itu adalah dari mobil truk. aku pun mengelak sampai keluar dari jalan raya dan aku pun menabrak tiang pembatas jalan raya. aku tercampak..Karena ada rasa takut, aku pun berlari mencari tumpangan… aku meninggalkan motor ku yang telah hancur. Saat itu aku tidak ada luka sedikit pun. Bahkan satu goresan pun ga ada ditubuhku. tak lama ada seorang pengendara motor melintas dan memberi tumpangan kepadaku. Sipengendara tadipun menggeber motornya, tak jauh dari tempat itu, kami pun terjatuh lagi karena menabrak seekor anjing yang melintas dijalan. kami tercampak dijalan. Aku pun mencoba untuk berdiri lagi, namun aku tak mampu lagi. aku hanya bisa duduk dan aku melihat kaki ku sudah tidak seperti biasanya. ternyata kaki ku patah…aku pun langsung lemas dan loyo..bahkan untuk membuka matapun aku sudah tidak sanggup lagi. Aku membayangkan diriku tanpa kaki kiri…
Aku tak sadar lagi hingga aku dibawa kerumah sakit, tapi aku masih mendengar pembicaraan dari orang-orang yang membawaku…
Dirumah sakit aku pun membuka mata dan melihat kaki ku sudah digips dan digantung. Saat itu aku masih sendiri, belum ada keluarga yang datang…Aku mulai tak tahan lagi membendung air mata waktu melihat kedua orang tuaku datang..aku menangis sepeti anak kecil….bukan karena sakit dari kakiku yang patah, tapi karena ketakutanku…Aku telah membuat cacat pada tubuh pemberian Tuhan yang sempurna. Aku telah merusak tubuhku sendiri…
Hari-hariku kulalui hanya terbaring ditempat tidur..tiap malam aku mendengar tangisan dari mama yang sangat aku cintai, tiap malam aku memandangi mamaku yang dengan sabar merawatku siang dan malam. kami harus merayakan tahun baru dirumah sakit, semua karena aku. tanggal 3 januari 2007, hari dimana kami merayakan ulang tahun adik ku, kami harus merayakannya dirumah sakit, semua karena aku….hatiku seakan disayat-sayat…Aku telah merampas moment bahagia mereka yang aku cintai..tiap malam aku berdoa agar diberi kesembuhan tapi tak semudah membuatnya…Aku harus menjalaninya selama 3 bulan.
Diwaktu yang begitu panajang, aku pun menyadari,betapa bodohnya diriku ini..betapa sempitnya pemikiranku…Hidupku terlalu berharga untuk dikorbankan hanya untuk satu luka hati…masih ada keluarga yang berharap besar untuk ku, masih ada Tuhan yang mencintaiku…
Aku pun mulai bangkit lagi, menata kembali kehidupanku yang hancur dan tak berarah. aku mulai bergurau dengan bapak, kembali tertawa dengannya..kembali merasakan kasih dari keluargaku yang sangat aku cintai…aku pun kembali lagi bermimpi. aku memilih untuk merantau ke kota jakarta dengan harapan mimpi itu menjadi nyata…
hikz..hikz…sedih bgt aq bacanya b… :’(
By: aPpLe on July 9, 2008
at 1:20 am
Semangat Bro…
By: chianackal on October 16, 2008
at 10:36 pm
sebuah karya yang membuat saya merenung… nice post friend
By: come and share on October 23, 2008
at 8:50 pm